Membangun Desa dari Jiwa

supriyanto, 02 Sep 2019, PDF
Share w.App T.Me
INDONESIASATU.CO.ID:

Mojokerto - Mojotamping, adalah salah satu desa yang berada di Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto dengan jumlah penduduk kurang lebih 3600 jiwa tersebar di lima dusun. Desa ini dalam 1 tahun terakhir memiliki kurang lebih 40 kasus kejiwaan dari berbagai macam usia. Masyarakatnya mayoritas bermata pencaharian sebagai pembuat batu bata merah dengan tingkat perekonomian yang kurang stabil, sehingga hal ini sedikit banyak menjadi pemicu kondisi kejiwaan sebagian masyarakatnya. Dengan banyaknya kasus kejiwaan yang dialami oleh sebagian masyarakat desa Mojotamping, hal ini berdampak pada tingkat produktifitas tenaga kerja yang semakin menurun, dan berdampak pula pada kesehatan masyarakatnya. Dampak lain yang tidak kalah ekstremnya adalah penderita akan dikucilkan oleh masyarakat, meskipun secara medis sudah dinyatakan sembuh.

Solusi dari permasalahan tersebut, H. Nurkholis selaku kepala desa berinisiatif mendirikan posyandu yang khusus menangani kasus kejiwaan. Petugas dari posyandu jiwa ini bertugas untuk menjemput dan mengantar pasien ke posyandu untuk dilakukan diagnose dan perawatan, serta melakukan pengobatan. Selain itu, petugas juga melakukan tindakan preventif, diantaranya adalah dengan memberikan penyuluhan-penyuluhan secara gratis kepada masyarakat tentang berbagai macam kondisi kejiwaan. Hal ini dilakukan dengan harapan agar masyarakat sadar dan tidak lagi melakukan diskriminasi terhadap pasien maupun mantan pasien posyandu jiwa ini.

Petugas juga memberikan pelatihan kepada kader-kader pasyandu jiwa dengan harapan agar semakin terampil dalam melakukan penanganan terhadap pasien jiwa. Posyandu ini didirikan dengan bantuan pendanaan dari pemerintah. Selain bantuan transportasi, berbagai pelatihan dan penyuluhan juga didanai oleh pemerintah melalui Dana Desa.

Menurut Kepala desa “dari Program posyandu jiwa ini sudah mengalami penurunan gangguan kejiwaan, dari 40 pasien yang sudah ditangani, ada sekitar 22 pasien yang dinyatakan sudah mengalami perbaikan tingkat kesehatannya dan terindikasi sudah mampu mengenali dirinya sendiri, serta sudah kembali produktif dan melakukan aktifitas secara normal. “Dengan adanya permasalahan ini, maka dapat menjadikan masyarakat semakin sadar tentang keadaan jiwa seseorang, sehingga tidak perlu lagi ada tindakan diskriminatif atau pengucilan baik kepada pasien maupun mantan pasien” ujarnya. Dampak lain dari program ini adalah semakin meningkatnya pengetahuan dan keterampilan para kader posyandu dalam hal menangani pasien, sehingga pasien segera secepat mungkin mendapatkan kesembuhan.

Masyarakat berharap agar Dinas kesehatan, khususnya Puskesmas lebih gencar lagi dalam memberikan pelatihan pelatihan kepada kader posyandu jiwa serta bantuan Dana dari desa (pemerintah) untuk tahun-tahun berikutnya agar semakin ditingkatkan agar lebih banyak lagi dalam menunjang kegiatan ini. (did).

PT. Jurnalis Indonesia Satu

Kantor Redaksi: JAKARTA - Jl. Terusan I Gusti Ngurah Rai, Ruko Warna Warni No.7 Pondok Kopi Jakarta Timur 13460

Kantor Redaksi: CIPUTAT - Jl. Ibnu Khaldun I No 2 RT 001 RW 006 Kel Pisangan Kec Ciputat Timur (Depan Kampus UIN Jakarta)

+62 (021) 221.06.700

(+62821) 2381 3986

jurnalisindonesiasatu@gmail.com

Redaksi. Pedoman Siber.
Kode Perilaku.

Mitra Kami
Subscribe situs kami
Media Group IndonesiaSatu